Senin, 12 Desember 2016

77

Seorang pedagang Sari Roti yang menggratiskan rotinya saat aksi Bela Islam Jilid 3 di Lapangan Monas, Jumat (2/12). Foto diambil dari @aagym/Twitter
   
   

Seorang pedagang Sari Roti yang menggratiskan rotinya saat aksi Bela Islam Jilid 3 di Lapangan Monas, Jumat (2/12). Foto diambil dari @aagym/Twitter

JAKARTA, Indonesia — Foto para pedagang Sari Roti yang menggratiskan jualannya pada aksi Jumat, 2 Desember, menghebohkan dunia maya. Pasalnya, tiga hari setelah foto tersebut diunggah oleh Aa Gym, pihak Sari Roti mengeluarkan bantahan mengenai dukungan mereka terhadap Aksi 212 tersebut.

“Dengan ini kami sampaikan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada di luar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

Dalam screenshot yang diunggah oleh Aa Gym pada Sabtu, 3 Desember tersebut, terlihat cuplikan percakapan dengan sang penjual roti.

Namun beberapa netizen mempertanyakan intensi dari pernyataan tersebut, bahkan ada beberapa yang menyerukan untuk memboikot Sari Roti karena dianggap melakukan klarifikasi yang tidak perlu.







by hafida izzul








    BERANDA BERITA

Sari Roti di tengah hiruk pikuk aksi 212
Oleh : Yandi Mohammad | 15:54 WIB - Selasa , 06 Desember 2016
5378 SEBARAN
UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL
Foto aerial ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Foto aerial ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
© Sigid Kurniawan /Antara Foto

Aksi massa 2 Desember 2016 atau dikenal Aksi Super Damai 212 menyisakan beragam kisah. Di tengah hiruk pikuk aksi massa yang melakukan doa bersama dan salat Jumat itu, terpotret penjual roti keliling dengan jenama Sari Roti yang membagikan dagangannya gratis kepada peserta aksi.

Aksi pedagang roti yang dinilai heroik itu menuai pujian dari netizen. Kata kunci Sari Roti sontak menjadi perbincangan di media sosial seperti Twitter.

"Siapapun yang senang berbuat kebaikan dengan tulus, niscaya Alloh berikan aneka kejutan penambah iman," tulis tokoh agama Abdullah Gymnastiar dalam akun twitternya seraya mengunggah gambar pedagang roti pada 3 Desember lalu.

Belakangan, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., pembuat roti itu ternyata melayangkan klarifikasi, Selasa (12/6/2016). Kata kunci Sari Roti kembali muncul lagi menjadi perbincangan di media sosial seperti Twitter.

Melalui laman sariroti.com, manajemen PT Nippon Indosari Corpindo menyatakan bahwa produk Sari Roti yang muncul dalam foto ketika aksi 212 merupakan produk yang dibeli oleh salah seorang konsumen melalui salah satu agen yang berlokasi di Jakarta.

PT Nippon menyatakan pihak pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan "gratis" tanpa pengetahuan dan perizinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Dalam klarifikasinya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., Menyampaikan tiga poin. Pertama, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib.

Kedua, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Menyatakan senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

Ketiga, dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., tidak terlibat dalam semua kegiatan politik.

Manajemen Sari Roti menegaskan kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada di luar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

"Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik," tulis penutup klarifikasi dari manajemen Sari Roti.
Klarifikasi dari produsen Sari Roti menjadi sorotan. Sejumlah netizen menganggap Sari Roti memberikan klarifikasi yang tidak perlu. Beberapa seruan boikot muncul meski ada juga yang menganggap boikot sebagai tindakan yang berlebihan.

Aksi 2 Desember merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya yang dipicu adanya dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pada dua aksi sebelumnya, massa meminta polisi memproses hukum Ahok. Ajakan demo rupanya tetap bergulir meski Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 November lalu.

Majelis Ulama Indonesia, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan kepolisian sepakat bahwa aksi 2 Desember nanti berlangsung di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Aksi ini hanya berupa kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa mulai jam 08.00 dan diakhiri dengan salat Jumat.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bergabung dengan ribuan massa dan melakukan salat Jumat di lapangan Monas. Jokowi memberikan pidato singkat usai melaksanakan salat Jumat dengan diiringi pekik takbir dari massa.

Dalam pidato singkatnya Jokowi mengucapkan terima kasih kepada ulama, ustad, serta ribuan jamaah yang telah menjalankan aksi secara tertib. Jokowi mengimbau peserta demo kembali ke daerah masing-masing usai berdemo.




by najibaah naafi




GNPF MUI Serukan Umat Islam Boikot Sari Roti
Sabtu, 10 Desember 2016 - 19:45 WIB

Pemboikotan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi produsen lain untuk lebih bijaksana terhadap konsumen mereka di Indonesia yang mayoritas umat Islam.
GNPF MUI Serukan Umat Islam Boikot Sari Roti
ISTIMEWA
Jaringan Ritel Sakinah sudah tak menjual produk Sari Roti
Terkait

    Peretas Website Sari Roti Mengaku Hanya Iseng-iseng
    Jaringan Ritel Sakinah Stop Jual Sari Roti
    Pengumuman Sari Roti Terkait Aksi 212 Hilang dari Situs Resminya
    Boikot Sari Roti, SD Muhammadiyah ini Tegaskan Aksi 212 bukan Politis

Hidayatullah.com– Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menyerukan umat Islam untuk melakukan gerakan boikot produk Sari Roti.

Bagi GNPF MUI, pemboikotan ini mesti menjadi pembelajaran bagi produsen lain untuk lebih bijaksana terhadap konsumen mereka di Indonesia yang mayoritas umat Islam.

“Siapa yang melukai umat, akan menanggung sendiri akibatnya,” sebut GNPF MUI melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (09/12/2016), atas nama Ketua dan Wakil Ketua Media Center, Farid Poniman dan Erick Yusuf.

    Setelah Produknya Diboikot, Kini Website Sari Roti Diretas

Seruan pemboikotan itu, bagi GNPF MUI, dilakukan atas pernyataan sikap PT Nippon Indosari Corpindo (NIC) Tbk selaku produsen produk Sari Roti terkait Aksi Bela Islam III.

GNPF MUI, ujarnya, menyerukan seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak membeli produk Sari Roti dalam segala variannya, dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.

Dikatakan, Aksi Super Damai 212 yang epik dan bersejarah pada Jumat (02/12/2016) lalu, rupanya membuat jalan sejarah sendiri bagi Sari Roti. Merek ini, katanya, menguasai 90 persen pangsa pasar mass production berdasarkan laporan sebuah media, April 2015.

    Boikot Sari Roti, SD Muhammadiyah ini Tegaskan Aksi 212 bukan Politis

Dinilai Melukai Perasaan Umat Islam

Diketahui, pada tanggal 5 Desember 2016 lalu, NIC menyampaikan pengumuman terkait Aksi Bela Islam III itu.

Dalam pengumuman melalui situs resminya itu, NIC di antaranya menyatakan perusahaan ini “tidak terlibat dalam semua kegiatan politik”.

“Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” demikian sebagian pernyataan NIC.

    Jaringan Ritel Sakinah Stop Jual Sari Roti

Menurut GNPF  MUI, bantahan itu muncul akibat pembagian roti gratis dengan merek itu sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Tampaknya hal itu, katanya, mencemaskan pemegang merek sehingga buru-buru mengeluarkan pernyataan tersebut.

“Pernyataan pers PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk di atas secara implisit menunjukkan adanya sikap tidak rela dan keberatan produknya dibeli, serta dikonsumsi oleh Umat Islam yang sedang melakukan Aksi 212,” ujarnya.

Menurut GNPF MUI, pernyataan pers produsen roti yang memiliki 10 pabrik di seluruh Indonesia itu sangat tidak bijak.

Pernyataan itu dinilai telah mengecewakan serta melukai perasaan umat Islam yang selama ini menjadi konsumen terbesar Sari Roti.

Sebelum seruan itu dikeluarkan, sejumlah pihak telah melakukan pemboikotan terhadap produk Sari Roti.*

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: #BoikotSariRoti, aksi bela Islam, Aksi Bela Islam III, Aksi Super Damai 212, Boikot Sari

Roti, ekonomi umat, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, GNPF-MUI, Jakarta, konsumen, pemboikotan, persatua umat, produk, Sari Roti, umat Islam                                          





by:sakhiya zain

Salah satu fungsi utama Public Relation (PR) adalah memberikan klarifikasi atas isu yang beredar di masyarakat. Utamanya tentu isu negatif (unflattering media report or controversy) yang merugikan perusahaan. Namun demikian diperlukan keahlian dan jam terbang bagi PR untuk menilai apakah sebuah isu perlu diklarifikasi atau tidak.

Kasus klarifikasi Sari Roti terkait keterlibatannya pada aksi super damai 212 yang bertujuan clear the air justru berdampak sebaliknya. Publik merasa Sari Roti berlebihan, menjelaskan sesuatu yang tidak perlu. Lebih gawat lagi hal ini bisa berdampak pada boikot produk-produk Sari Roti yang saat ini merupakan market leader, yang menguasai pasar roti sebesar 75 persen.

Menilai isu boikot

Dalam menilai kekuatan sebuah isu terdapat tiga hal yang harus dicermati yaitu content of issue, source of issue dan public interest.

Saat ini publik merasa bahwa Sari Roti secara korporasi tidak mendukung aksi super damai. Sori Roti secara tegas menjelaskan posisinya yang bukan bagian dari aksi. Tegasnya berada pada posisi yang berbeda. Pertanyaannya adalah perlukah sebuah korporasi bersikap secara resmi atas aksi publik? Dan menjelaskan posisinya?

Saya rasa agak jarang dalam sejarah republik ini, sebuah perusahaan nekat masuk ke wilayah yang berbahaya ini, yang berdampak pada hilangnya konsumen. Artinya secara content of issue, isu boikot ini adalah isu yang penting dan mendesak untuk ditangani.

Kedua, berdasarkan source of issue, isu klarifikasi ini kebetulan bersumber langsung dari Sari Roti. Sehingga ini merupakan sikap resmi perusahaan. Adapun isu boikot bersumber langsung dari umat Islam peserta aksi super damai 212, yang juga sebagian adalah konsumen Sari Roti. Artinya source of issue adalah sumber yang reliable, layak untuk dipercaya.

Ketiga, dan ini yang paling penting, sejauh mana publik "membeli" isu boikot ini. Artinya betapapun kuatnya content of issue dan kuatnya kredibilitas sumber isu, tidak akan berpengaruh jika publik tidak peduli dengan isu boikot yang dilontarkan.

Hal ini terbukti pada banyak kasus termasuk kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika baru-baru ini. Trump diisukan berbagai hal negatif, diberitakan di media dengan reputasi tinggi, The New York Post; namun publik tidak terpengaruh. Maka menanglah Donald Trump.

Masalahnya Sari Roti salah melalukan public assessment. Peseta Aksi 212 dikenal militan, dengan disiplin dan solidaritas tinggi. Publik seperti itulah yang "dihajar" oleh Sari Roti. Publik yang sebagian adalah konsumennya.

Tugas PR

Sari Roti saat ini sampai pada point of no return, klarifikasi sudah dikeluarkan dan publik meradang. Sari Roti sebuah nama yang tadinya tiada diantara nama yang bermunculan di antara aksi 212 kini menjadi trending topic. PR litigation harus dijalankan, manajemen isu dan strategi krisis harus disusun dengan diawali stakeholder mapping.

Setiap publik berbeda, sehingga pola komunikasinya juga harus berbeda. Meminta maaf dan menjelaskan bahwa tiada maksud untuk menyinggung stakeholder primer menjadi penting. Membuat jembatan, membangun hubungan baik kembali menjadi lebih penting daripada membangun tembok, seperti di utarakam Isaac Newton, we build to many walls but not enough bridges.





by latifah