Senin, 12 Desember 2016

77

Seorang pedagang Sari Roti yang menggratiskan rotinya saat aksi Bela Islam Jilid 3 di Lapangan Monas, Jumat (2/12). Foto diambil dari @aagym/Twitter
   
   

Seorang pedagang Sari Roti yang menggratiskan rotinya saat aksi Bela Islam Jilid 3 di Lapangan Monas, Jumat (2/12). Foto diambil dari @aagym/Twitter

JAKARTA, Indonesia — Foto para pedagang Sari Roti yang menggratiskan jualannya pada aksi Jumat, 2 Desember, menghebohkan dunia maya. Pasalnya, tiga hari setelah foto tersebut diunggah oleh Aa Gym, pihak Sari Roti mengeluarkan bantahan mengenai dukungan mereka terhadap Aksi 212 tersebut.

“Dengan ini kami sampaikan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada di luar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

Dalam screenshot yang diunggah oleh Aa Gym pada Sabtu, 3 Desember tersebut, terlihat cuplikan percakapan dengan sang penjual roti.

Namun beberapa netizen mempertanyakan intensi dari pernyataan tersebut, bahkan ada beberapa yang menyerukan untuk memboikot Sari Roti karena dianggap melakukan klarifikasi yang tidak perlu.







by hafida izzul








    BERANDA BERITA

Sari Roti di tengah hiruk pikuk aksi 212
Oleh : Yandi Mohammad | 15:54 WIB - Selasa , 06 Desember 2016
5378 SEBARAN
UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL
Foto aerial ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Foto aerial ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
© Sigid Kurniawan /Antara Foto

Aksi massa 2 Desember 2016 atau dikenal Aksi Super Damai 212 menyisakan beragam kisah. Di tengah hiruk pikuk aksi massa yang melakukan doa bersama dan salat Jumat itu, terpotret penjual roti keliling dengan jenama Sari Roti yang membagikan dagangannya gratis kepada peserta aksi.

Aksi pedagang roti yang dinilai heroik itu menuai pujian dari netizen. Kata kunci Sari Roti sontak menjadi perbincangan di media sosial seperti Twitter.

"Siapapun yang senang berbuat kebaikan dengan tulus, niscaya Alloh berikan aneka kejutan penambah iman," tulis tokoh agama Abdullah Gymnastiar dalam akun twitternya seraya mengunggah gambar pedagang roti pada 3 Desember lalu.

Belakangan, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., pembuat roti itu ternyata melayangkan klarifikasi, Selasa (12/6/2016). Kata kunci Sari Roti kembali muncul lagi menjadi perbincangan di media sosial seperti Twitter.

Melalui laman sariroti.com, manajemen PT Nippon Indosari Corpindo menyatakan bahwa produk Sari Roti yang muncul dalam foto ketika aksi 212 merupakan produk yang dibeli oleh salah seorang konsumen melalui salah satu agen yang berlokasi di Jakarta.

PT Nippon menyatakan pihak pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan "gratis" tanpa pengetahuan dan perizinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Dalam klarifikasinya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., Menyampaikan tiga poin. Pertama, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib.

Kedua, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Menyatakan senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

Ketiga, dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., tidak terlibat dalam semua kegiatan politik.

Manajemen Sari Roti menegaskan kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada di luar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

"Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik," tulis penutup klarifikasi dari manajemen Sari Roti.
Klarifikasi dari produsen Sari Roti menjadi sorotan. Sejumlah netizen menganggap Sari Roti memberikan klarifikasi yang tidak perlu. Beberapa seruan boikot muncul meski ada juga yang menganggap boikot sebagai tindakan yang berlebihan.

Aksi 2 Desember merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya yang dipicu adanya dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pada dua aksi sebelumnya, massa meminta polisi memproses hukum Ahok. Ajakan demo rupanya tetap bergulir meski Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 November lalu.

Majelis Ulama Indonesia, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan kepolisian sepakat bahwa aksi 2 Desember nanti berlangsung di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Aksi ini hanya berupa kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa mulai jam 08.00 dan diakhiri dengan salat Jumat.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bergabung dengan ribuan massa dan melakukan salat Jumat di lapangan Monas. Jokowi memberikan pidato singkat usai melaksanakan salat Jumat dengan diiringi pekik takbir dari massa.

Dalam pidato singkatnya Jokowi mengucapkan terima kasih kepada ulama, ustad, serta ribuan jamaah yang telah menjalankan aksi secara tertib. Jokowi mengimbau peserta demo kembali ke daerah masing-masing usai berdemo.




by najibaah naafi




GNPF MUI Serukan Umat Islam Boikot Sari Roti
Sabtu, 10 Desember 2016 - 19:45 WIB

Pemboikotan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi produsen lain untuk lebih bijaksana terhadap konsumen mereka di Indonesia yang mayoritas umat Islam.
GNPF MUI Serukan Umat Islam Boikot Sari Roti
ISTIMEWA
Jaringan Ritel Sakinah sudah tak menjual produk Sari Roti
Terkait

    Peretas Website Sari Roti Mengaku Hanya Iseng-iseng
    Jaringan Ritel Sakinah Stop Jual Sari Roti
    Pengumuman Sari Roti Terkait Aksi 212 Hilang dari Situs Resminya
    Boikot Sari Roti, SD Muhammadiyah ini Tegaskan Aksi 212 bukan Politis

Hidayatullah.com– Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menyerukan umat Islam untuk melakukan gerakan boikot produk Sari Roti.

Bagi GNPF MUI, pemboikotan ini mesti menjadi pembelajaran bagi produsen lain untuk lebih bijaksana terhadap konsumen mereka di Indonesia yang mayoritas umat Islam.

“Siapa yang melukai umat, akan menanggung sendiri akibatnya,” sebut GNPF MUI melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (09/12/2016), atas nama Ketua dan Wakil Ketua Media Center, Farid Poniman dan Erick Yusuf.

    Setelah Produknya Diboikot, Kini Website Sari Roti Diretas

Seruan pemboikotan itu, bagi GNPF MUI, dilakukan atas pernyataan sikap PT Nippon Indosari Corpindo (NIC) Tbk selaku produsen produk Sari Roti terkait Aksi Bela Islam III.

GNPF MUI, ujarnya, menyerukan seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak membeli produk Sari Roti dalam segala variannya, dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.

Dikatakan, Aksi Super Damai 212 yang epik dan bersejarah pada Jumat (02/12/2016) lalu, rupanya membuat jalan sejarah sendiri bagi Sari Roti. Merek ini, katanya, menguasai 90 persen pangsa pasar mass production berdasarkan laporan sebuah media, April 2015.

    Boikot Sari Roti, SD Muhammadiyah ini Tegaskan Aksi 212 bukan Politis

Dinilai Melukai Perasaan Umat Islam

Diketahui, pada tanggal 5 Desember 2016 lalu, NIC menyampaikan pengumuman terkait Aksi Bela Islam III itu.

Dalam pengumuman melalui situs resminya itu, NIC di antaranya menyatakan perusahaan ini “tidak terlibat dalam semua kegiatan politik”.

“Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” demikian sebagian pernyataan NIC.

    Jaringan Ritel Sakinah Stop Jual Sari Roti

Menurut GNPF  MUI, bantahan itu muncul akibat pembagian roti gratis dengan merek itu sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Tampaknya hal itu, katanya, mencemaskan pemegang merek sehingga buru-buru mengeluarkan pernyataan tersebut.

“Pernyataan pers PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk di atas secara implisit menunjukkan adanya sikap tidak rela dan keberatan produknya dibeli, serta dikonsumsi oleh Umat Islam yang sedang melakukan Aksi 212,” ujarnya.

Menurut GNPF MUI, pernyataan pers produsen roti yang memiliki 10 pabrik di seluruh Indonesia itu sangat tidak bijak.

Pernyataan itu dinilai telah mengecewakan serta melukai perasaan umat Islam yang selama ini menjadi konsumen terbesar Sari Roti.

Sebelum seruan itu dikeluarkan, sejumlah pihak telah melakukan pemboikotan terhadap produk Sari Roti.*

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: #BoikotSariRoti, aksi bela Islam, Aksi Bela Islam III, Aksi Super Damai 212, Boikot Sari

Roti, ekonomi umat, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, GNPF-MUI, Jakarta, konsumen, pemboikotan, persatua umat, produk, Sari Roti, umat Islam                                          





by:sakhiya zain

Salah satu fungsi utama Public Relation (PR) adalah memberikan klarifikasi atas isu yang beredar di masyarakat. Utamanya tentu isu negatif (unflattering media report or controversy) yang merugikan perusahaan. Namun demikian diperlukan keahlian dan jam terbang bagi PR untuk menilai apakah sebuah isu perlu diklarifikasi atau tidak.

Kasus klarifikasi Sari Roti terkait keterlibatannya pada aksi super damai 212 yang bertujuan clear the air justru berdampak sebaliknya. Publik merasa Sari Roti berlebihan, menjelaskan sesuatu yang tidak perlu. Lebih gawat lagi hal ini bisa berdampak pada boikot produk-produk Sari Roti yang saat ini merupakan market leader, yang menguasai pasar roti sebesar 75 persen.

Menilai isu boikot

Dalam menilai kekuatan sebuah isu terdapat tiga hal yang harus dicermati yaitu content of issue, source of issue dan public interest.

Saat ini publik merasa bahwa Sari Roti secara korporasi tidak mendukung aksi super damai. Sori Roti secara tegas menjelaskan posisinya yang bukan bagian dari aksi. Tegasnya berada pada posisi yang berbeda. Pertanyaannya adalah perlukah sebuah korporasi bersikap secara resmi atas aksi publik? Dan menjelaskan posisinya?

Saya rasa agak jarang dalam sejarah republik ini, sebuah perusahaan nekat masuk ke wilayah yang berbahaya ini, yang berdampak pada hilangnya konsumen. Artinya secara content of issue, isu boikot ini adalah isu yang penting dan mendesak untuk ditangani.

Kedua, berdasarkan source of issue, isu klarifikasi ini kebetulan bersumber langsung dari Sari Roti. Sehingga ini merupakan sikap resmi perusahaan. Adapun isu boikot bersumber langsung dari umat Islam peserta aksi super damai 212, yang juga sebagian adalah konsumen Sari Roti. Artinya source of issue adalah sumber yang reliable, layak untuk dipercaya.

Ketiga, dan ini yang paling penting, sejauh mana publik "membeli" isu boikot ini. Artinya betapapun kuatnya content of issue dan kuatnya kredibilitas sumber isu, tidak akan berpengaruh jika publik tidak peduli dengan isu boikot yang dilontarkan.

Hal ini terbukti pada banyak kasus termasuk kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika baru-baru ini. Trump diisukan berbagai hal negatif, diberitakan di media dengan reputasi tinggi, The New York Post; namun publik tidak terpengaruh. Maka menanglah Donald Trump.

Masalahnya Sari Roti salah melalukan public assessment. Peseta Aksi 212 dikenal militan, dengan disiplin dan solidaritas tinggi. Publik seperti itulah yang "dihajar" oleh Sari Roti. Publik yang sebagian adalah konsumennya.

Tugas PR

Sari Roti saat ini sampai pada point of no return, klarifikasi sudah dikeluarkan dan publik meradang. Sari Roti sebuah nama yang tadinya tiada diantara nama yang bermunculan di antara aksi 212 kini menjadi trending topic. PR litigation harus dijalankan, manajemen isu dan strategi krisis harus disusun dengan diawali stakeholder mapping.

Setiap publik berbeda, sehingga pola komunikasinya juga harus berbeda. Meminta maaf dan menjelaskan bahwa tiada maksud untuk menyinggung stakeholder primer menjadi penting. Membuat jembatan, membangun hubungan baik kembali menjadi lebih penting daripada membangun tembok, seperti di utarakam Isaac Newton, we build to many walls but not enough bridges.





by latifah


Minggu, 13 November 2016

Biografi Imam Malik

Advertisement
Berikut profil dan biografi singkat dari Imam malik. Ia bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris Al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712-796 M. Berasal dari keluarga Arab yang terhormat dan berstatus sosial yang tinggi, baik sebelum datangnya islam maupun sesudahnya, tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut islam mereka pindah ke Madinah, kakeknya Abu Amir adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama islam pada tahun ke dua Hijriah.

Kakek dan ayahnya termasuk ulama hadis terpandang di Madinah, oleh sebab itu, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu, karena beliau merasa Madinah adalah kota sumber ilmu yang berlimpah dengan ulama ulama besarnya. Imam Malik menekuni pelajaran hadis kepada ayah dan paman pamannya juga pernah berguru pada ulama ulama terkenal seperti Nafi’ bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab Al Zuhri, Abu Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said Al Anshari, Muhammad bin Munkadir, Abdurrahman bin Hurmuz dan Imam Ja’far AsShadiq.

Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan, tidak kurang empat Khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Harun Arrasyid dan Al Makmun pernah jadi muridnya, bahkan ulama ulama besar Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i pun pernah menimba ilmu darinya, menurut sebuah riwayat disebutkan bahwa murid Imam Malik yang terkenal mencapai 1.300 orang. Ciri pengajaran Imam malik adalah disiplin, ketentraman dan rasa hormat murid terhadap gurunya.

Karya-karya Imam Malik
Karya Imam malik
Advertisement
terbesar adalah bukunya Al Muwatha’ yaitu kitab fiqh yang berdasarkan himpunan hadis hadis pilihan, menurut beberapa riwayat mengatakan bahwa buku Al Muwatha’ tersebut tidak akan ada bila Imam Malik tidak dipaksa oleh Khalifah Al Mansur sebagai sangsi atas penolakannya untuk datang ke Baghdad, dan sangsinya yaitu mengumpulkan hadis hadis dan membukukannya, Awalnya imam Malik enggan untuk melakukannya, namun setelah dipikir pikir tak ada salahnya melakukan hal tersebut Akhirnya lahirlah Al Muwatha’ yang ditulis pada masa khalifah Al Mansur (754-775 M) dan selesai di masa khalifah Al Mahdi (775-785 M), semula kitab ini memuat 10 ribu hadis namun setelah diteliti ulang, Imam malik hanya memasukkan 1.720 hadis. Selain kitab tersebut, beliau juga mengarang buku Al Mudawwanah Al Kubra.

Imam malik tidak hanya meninggalkan warisan buku, tapi juga mewariskan Mazhab fiqhinya di kalangan sunni yang disebut sebagai mazhab Maliki, Mazhab ini sangat mengutamakan aspek kemaslahatan di dalam menetapkan hukum, sumber hukum yang menjadi pedoman dalam mazhab Maliki ini adalah Al Quran, Sunnah Rasulullah, Amalan para sahabat, Tradisi masyarakat Madinah, Qiyas dan Al Maslaha Al Mursal ( kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu.
Biografi Khalid bin Walid
Kisah Islam · September 9, 2011
2 11 17k 3
Biografi Khalid bin Walid   
Biografi Khalid bin Walid radhiyallahu’anhu

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.. Amma Ba’du:
Flashdisk Yufid.TV

Tulisan ini adalah bagian kecil dari biografi seorang tokoh terkemuka umat ini, dia salah seorang pahlawan dan kesatria umat ini, dia salah seorang tokoh shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, dan dari perjalanan hidupnya ini kita akan menggali berbagai pelajaran dan ibroh.

Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini masuk Islam pada tahun kedelapan hijriyah dan telah terjun dalam puluhan peperangan.

Para sejarawan mencatat, dia tidak pernah kalah dalam satu peperanganpun baik pada saat jahiliyah atau setelah masuk Islam, dia berkata tentang dirinya, “Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong sembilan pedang pada saat peperangan Mu’tah sehingga tidak tertinggal di tanganku kecuali sebuah pedang yang berasal dari Yaman.”

Hal ini membuktikan tentang keberaniannya yang brilian dan kekuatan besar yang telah dianugrahkan baginya oleh Allah pada jasadnya. Dan beliau adalah komando pasukan kaum muslimin pada perang yang masyhur yaitu perang Yamamah dan Yarmuk, dan beliau telah melintasi perbatasan  negeri Iraq menuju ke Syam dalam lima malam bersama para tentara yang mengikutinya. Inilah salah satu keajaiban komandan perang ini. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggelarinya dengan sebutan pedang Allah yang terhunus, dan beliau memberitahukan bahwa dia adalah salah satu pedang Allah terhadap orang-orang musyrik dan kaum munafiq.

Dia adalah seorang kesatria, Khalid bin Walid bin Al-Mugiroh Al-Qurasy Al-Makhzumy Al-Makky, anak saudari ummul mukminin Maimunah binti Al-Harits radhiallahu ‘anhu, dia seorang lelaki yang kekar, berpundak lebar, bertubuh kuat, sangat menyerupai Umar bin Al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Shahabat memiliki sikap kepahlawanan besar yang mencerminkan dirinya sebagai seorang pemberani dalam  membela agama ini, di antara cerita tentang kepahlawanan beliau adalah apa yang terjadi pada perang Mu’tah, pada tahun ke delapan hijriyah, pada tahun dia memeluk Islam. Jumlah tentara kaum muslimin pada saat itu sekitar tiga ribu personil sementara bangsa Romawi memilki dua ratus ribu personil, melihat tidak adanya keseimbangan jumlah tentara kaum muslimin di banding musuh mereka, terkuaklah sikap kesatria dan kepahlawanan kaum muslimin pada peperangan ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan agar pasukan dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, dan jika dia terbunuh maka kepeminpinan berpindah kepada Ja’far bin Abi Thalib, dan jika terbunuh maka kepeminpinan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Semua pemimpin di atas mati syahid pada peperangan ini, lalu bendera diambil alih oleh Tsabit bin Aqrom, dan dia berkata kepada kaum muslimin: Pilihlah seorang lelaki sebagai pemimpin kalian, maka mereka memilih Khalid bin Walid, maka pada peristiwa inilah tampak jelas keberanian dan kejeniusannya. Dia kembali mengatur para pasukan, maka dia merubah strategi dengan menjadikan pasukan sayap kanan berpindah ke sayap kiri dan sebaliknya pasukan sayap kiri berpindah ke sebelah kanan, kemudian sebagian pasukan diposisikan agak mundur, setelah beberapa saat mereka datang seakan pasukan batuan  yang baru datang, hal ini guna melemahkan semangat berperang musuh kemudian kesatuan tentara kaum muslimin terlihat menjadi besar atas pasukan kaum Romawi sehingga menyebabkan mereka mundur dan semangat mereka melemah. Dia radhiyallahu ‘anhu telah memperlihatkan berbagai macam bentuk keberanian dan kepahlawanan yang  tidak bisa tandingi oleh semangat para pahlawan. Selain itu, dengan keahliannya dan kecerdasannya dia mulai mengarahkan pasukan kaum muslimin untuk mundur secara teratur dengan cara yang unik, dan cukuplah  dengan pukulan yang seperti itu, dan beliau melihat agar pasukan kaum muslimin tidak terserang pada sebuah peperangan yang tidak sebanding. Dan Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hal itu sebagai kemenangan dan beliau bersabda pada saat menyebut ketiga komandan yang gugur syahid kemudian bendera akan diambil oleh salah satu pedang Allah sehingga Allah memberikan kemenangan bagi kaum muslimin atas musuhnya.

Khalid juga ikut serta dalam peperangan melawan kaum yang murtad, beliau juga ikut berperang menuju Iraq, dan para ulama berbeda pendapat tentang  sebab dipecatnya Khalid sebagai komando perang di Syam, dan semoga yang benar adalah apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu: Tidak, aku akan memecat Khalid sehingga masyarakat mengetahui bahwa sesungguhnya Allah membela agamanya tidak dengan Khalid.

Di antara ungkapannya yang agung adalah tidaklah sebuah malam di mana aku bersama seorang pengantin yang aku cintai lebih aku sukai dari sebuah malam yang dingin lagi bersalju dalam sebuah pasukan kaum muhajirin guna menyerang musuh.

Dia pernah menulis sebuah surat kepada kaisar Persia yang mengatakan, “Sungguh aku telah telah datang kepada kalian dengan pasukan yang lebih mencintai kematian sebagaimana orang-orang Persia menyenangi minum khamr.”

Qais bin Hazim berkata,  “Aku telah mendengar Khalid berkata, ‘Berjihad telah menghalangiku mempelajari Al-Qur’anul Karim.’”

Abu Zannad berkata, “Pada saat Khalid akan meninggal dunia dia menangis dan berkata, ‘Aku telah mengikuti perang ini dan perang ini bersama pasukan, dan tidak ada satu jengkalpun dari bagian tubuhku kecuali padanya terdapat bekas pukulan pedang atau lemparan panah atau tikaman tombak dan sekarang aku mati di atas ranjangku terjelembab sebagaimana matinya seekor unta. Janganlah mata ini terpejam seperti mata para pengecut. ‘“

Sungguh Khalaid mengharapkan mati syahid dan semoga Allah menyampaikannya pada derajat yang dicita-citakannya.

Dari Sahl bin Abi Umamah bin Hanif dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan sebenarnya maka Allah akan menyampaikannya kepada derajat orang-orang yang mati syahid sekalipun dirinya mati di atas ranjangnya.”

Lalu pada saat wafat, dia tidak meninggalkan kecuali kuda, senjata dan budaknya yang dijadikannya sebagai sedekah dijalan Allah, pada saat berita kematian tersebut sampai kepada Amirul Mu’minin, Umar bin Al-Kattab dia berkata, “Semoga Allah meberikan rahmatnya kepada Abu Sulaiman, sesungguhnya dia seperti apa yang kami perkirakan.”

Dan disebutkan  di dalam hadits riwayat Umar bin Al-Khattab tentang zakat bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Khalid maka dia telah menyimpan baju besinya dan perlengkapan berperangnya di jalan Allah.”

Dia wafat pada tahun 21 H. di Himsh pada usia 52 tahun, semoga Allah memberikan kepada Khalid balasan yang lebih baik dan semoga Allah mempertemukan kita dengannya surga yang mulia, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.


Read more https://kisahmuslim.com/1517-biografi-khalid-bin-walid.html

Usamah Bin Zaid - Jenderal Termuda Jihad Fi Sabilillah

Artikel "Usamah Bin Zaid - Jenderal Termuda Jihad Fi Sabilillah" adalah bagian dari seri "Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW"
Usamah Bin Zaid bin Haritsah
Usamah Bin Zaid adalah jenderal termuda yang pernah memimpin peperangan yang ketika itu masih berusia 18 tahun. Penunjukannya sebagai Jenderal datang langsung dari Rasulullah saw. Ia adalah puitra dari Zaid bin Haritsah.

Usamah lahir tahun ke 7 sebelum hijrah di Mekkah. Kondisi dakwah yang begitu sulit saat itu membuat Rasullulah saw senantiasa bersabar. Ketika berita kelahiran Usamah sampai wajah Rasulullah saw langsung berseri.

Usamah bin Zaid adalah anak dari seorang sahabat dan merupakan anak angkat Rasulullah saw (sebelum Islam masuk dan menghapus hukum anak angkat), yaitu Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman pengasuh Rasulullah saw ketika kecil. Dalam suatu riwayat Rasulullah saw berkata: "Ummu Aiman adalah ibuku satu - satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan satu satunya keluargaku yang masih ada". Riwayat lain bahkan mengatakan Ummu Aiman juga pemah menyusui anak Rasullulah saw.

Adapun Zaid bin Haritsah adalah sahabat kesayangan Rasullulah saw dan anak angkat, yang menyebabkan Zaid sempat dipanggil dengan nama Zaid bin Muhammad, tetapi kemudian dihapus oleh hukum Islam. Dimana nama anak harus dinasabkan kepada orang tua kandungnya. Demikian sayangnya Rasul saw kepadanya sehingga Usamah diberi lagab, Al Hibb wa Ibnil Hibb 'Kesayangan (dari) Anak Kesayangan' dan Hibb Rasulillah, Jantung Hati Rasulullah karena Rasul saw mencintainya sebagaimana mencintai cucunya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Usamah tumbuh sebagai pribadi yang besar; cerdik dan pintar, berani luar biasa, bijaksana, pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya, tahu menjaga kehormatan, senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela, pengasih dan (sebaliknya) dikasihi banyak orang, taqwa, wara' (berhati-hati), dan mencintai Allah SWT.


Usamah Dalam Perang Uhud

Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah saw. beserta serombongan anak-anak sebayanya, putra-putra para sahabat. Mereka ingin turut jihad fi sabilillah. Sebagian mereka diterima Rasulullah dan sebagian lagi ditolak karena usianya masih sangat muda. Usamah bin Zaid teramasuk kelompok anak-anak yang tidak diterima. Karena itu, Usama pulang sambil menangis. Dia sangat sedih karena tidak diperkenankan turut berperang di bawah bendera Rasulullah.


Usamah Dalam Perang Khandaq

Dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang pula bersama kawan-kawan remaja, putra para sahabat. Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya turut berperang. Rasulullah kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu, beliau mengizinkannya, Usamah pergi berperang menyandang pedang, jihad fi sabilillah. Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun.


Usamah Dalam Perang Hunain

Ketika terjadi Perang Hunain, tentara muslimin terdesak sehingga barisannya menjadi kacau balau. Tetapi, Usamah bin Zaid tetap bertahan bersama-sama denga ‘Abbas (paman Rasulullah), Sufyan bin Harits (anak paman Usamah), dan enam orang lainnya dari para sahabat yang mulia. Dengah kelompok kecil ini, Rasulullah berhasil mengembalikan kekalahan para sahabatnya menjadi kemenangan. Beliau berhasil menyelematkan kaum muslimin yang lari dari kejaran kaum musyrikin.


Usamah Dalam Perang Mu’tah

Dalam Perang Mu’tah, Usamah turut berperang di bawah komando ayahnya, Zaid bin Haritsah. Ketika itu umurnya kira-kira delapan belas tahun. Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tatkala ayahnya tewas di medan tempur sebagai syuhada. Tetapi, Usamah tidak takut dan tidak pula mundur. Bahkan, dia terus bertempur dengan gigih di bawah komando Ja’far bin Abi Thalib hingga Ja’far syahid di hadapan matanya pula. Usamah menyerbu di bawah komando Abdullah bin Rawahah hingga pahlawan ini gugur pula menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid. Kemudian, komando dipegang oleh Khalid bin Walid. Usamah bertempur di bawah komando Khalid. Dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman tentara Rum.

Seusai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan kematian ayahnya kepada Allah SWT. Jasad ayahnya ditinggalkan di bumi Syam (SYiria) dengan mengenang segala kebaikan almarhum.


Jenderal Termuda

Dengan semua kelebihan Usamah, Rasul saw menugaskannya sebagai Jendral Pasukan Kaum Muslimin yang akan berhadapan dengan Pasukan Romawi. Riwayat menyatakan usia Usamah saat itu baru 17 tahun. Dalam pasukannya, terdapat nama- nama sahabat besar, Abu Bakar Shidiq, Urnar bin Khatab, Sa'ad bin Abi Waqqas. Abu Ubaidah bin Jarrah, dan para sahabat senior lainya.

Pengangkatan ini sempat menimbulkan desas desus yang menyebabkan kegusaran Rasulullah saw. Beliau lalu pergi ke mesjid Nabawi dan berkata: "Jika kalian mencemoohkan kepernimpinannya, maka kalian dulu juga mencemoohkan kepemimpinan ayahnya. Demi Allah. dia layak untuk jabatan pimpinan. Dan dia adalah orang yang paling aku cintai sesudah ayahnya". 

Usamah kemudian berangkat sebagai jendral dan saat itu Rasul saw telah wafat. Meski demikian sebagian sahabat Anshar sempat meminta Usamah diganti karena faktor usia, tetapi Khalifah Islam pertama saat itu, Abu Bakar Shidiq tetap berpegang teguh pada keputusan Rasulullah saw. Bahkan Umar bin Khatab selaku utusan para sahabat mendapatkan kemarahan Abu Bakar atas usulan tersebut.


Kemenangan Usamah

Usamah dan pasukannya terus bergerak dengan cepat meninggalkan Madinah. Setelah melewati beberapa daearah yang masih tetap memeluk Islam, akhirnya mereka tiba di Wadilqura. Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah bernama Huraits. Ia maju meninggalkan pasukan hingga tiba di Ubna, tempat yang mereka tuju. Setelah berhasil mendapatkan berita tentang keadaan daerah itu, dengan cepat ia kembali menemui Usamah. Huraits menyampaikan informasi bahwa penduduk Ubna belum mengetahui kedatangan mereka dan tidak bersiap-siap. Ia mengusulkan agar pasukan secepatnya bergerak untuk melancarkan serangan sebelum mereka mempersiapkan diri. Usamah setuju. Dengan cepat mereka bergerak. Seperti yang direncanakan, pasukan Usamah berhasil mengalahkan lawannya. Hanya selama empat puluh hari, kemudian mereka kembali ke Madinah dengan sejumlah harta rampasan perang yang besar, dan tanpa jatuh korban seorang pun.

Perkataan Rasulullah saw terbukti, ditangan Usamah pasukan Islam mampu mengalahkan pasukan Romawi. Bahkan pasukan Usamah membawa kemenangan yang gemilang melebihi perkiraan semua orang. Sampai para sahabat berkata: "belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh (tanpa satu korban pun)".

Setelah menjalani hidupnya bersama para sahabat, Usamah bin Zaid wafat tahun 53 H / 673 M pada masa pemerintahan khalifah Mu’awiyah.

Minggu, 06 November 2016

biografi imam syafi'i

Imam Syafi’i dikenal dengan salah satu imam madzhab empat, Ia bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i, lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah (767-820 M), berasal dari keturunan bangsawan Qurays dan masih keluarga jauh rasulullah SAW. dari ayahnya, garis keturunannya bertemu di Abdul Manaf (kakek ketiga rasulullah) dan dari ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a. Semasa dalam kandungan, kedua orang tuanya meninggalkan Mekkah menuju palestina, setibanya di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan berpulang ke rahmatullah, kemudian beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi yang sangat prihatin dan seba kekurangan, pada usia 2 tahun, ia bersama ibunya kembali ke mekkah dan di kota inilah Imam Syafi’i mendapat pengasuhan dari ibu dan keluarganya secara lebih intensif.

Kehidupan Imam Syafi’i
Saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah. Setahun kemudian, kitab Al Muwatha’ karangan imam malik yang berisikan 1.720 hadis pilihan juga dihafalnya di luar kepala, Imam Syafi’i juga menekuni bahasa dan sastra Arab di dusun badui bani hundail selama beberapa tahun, kemudian beliau kembali ke Mekkah dan belajar fiqh dari seorang ulama besar yang juga mufti kota Mekkah pada saat itu yaitu Imam Muslim bin Khalid Azzanni.

Kecerdasannya inilah yang membuat dirinya dalam usia yang sangat muda (15 tahun) telah duduk di kursi mufti kota Mekkah, namun demikian Imam Syafi’i belum merasa puas menuntut ilmu karena semakin dalam beliau menekuni suatu ilmu, semakin banyak yang belum beliau mengerti, sehingga tidak mengherankan bila guru Imam Syafi’i begitu banyak jumlahnya sama dengan banyaknya para muridnya.

Kontribusi Imam Syafi'i
Meskipun Imam Syafi’i menguasai hampir seluruh disiplin ilmu, namun beliau lebih dikenal sebagai ahli hadis dan hukum karena inti pemikirannya terfokus pada dua cabang ilmu tersebut, pembelaannya
Advertisement
yang besar terhadap sunnah Nabi sehingga beliau digelari Nasuru Sunnah (Pembela Sunnah Nabi). Dalam pandangannya, sunnah Nabi mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, malah beberapa kalangan menyebutkan bahwa Imam Syafi’i menyetarakan kedudukan sunnah dengan Al Quran dalam kaitannya sebagai sumber hukum islam, karena itu, menurut beliau setiap hukum yang ditetapkan oleh rasulullah pada hakekatnya merupakan hasil pemahaman yang diperoleh Nabi dari pemahamannya terhadap Al Quran. Selain kedua sumber tersebut (Al Quran dan Hadis), dalam mengambil suatu ketetapan hukum, Imam Syafi’i juga menggunakan Ijma’, Qiyas dan istidlal (penalaran) sebagai dasar hukum islam.

Berkaitan dengan bid’ah, Imam Syafi’i berpendapat bahwa bid’ah itu terbagi menjadi dua macam, yaitu bid’ah terpuji dan sesat, dikatakan terpuji jika bid’ah tersebut selaras dengan prinsip prinsip Al Quran dan Sunnah dan sebaliknya. dalam soal taklid, beliau selalu memberikan perhatian kepada murid muridnya agar tidak menerima begitu saja pendapat pendapat dan hasil ijtihadnya, beliau tidak senang murid muridnya bertaklid buta pada pendapat dan ijtihadnya, sebaliknya malah menyuruh untuk bersikap kritis dan berhati hati dalam menerima suatu pendapat, sebagaimana ungkapan beliau ” Inilah ijtihadku, apabila kalian menemukan ijtihad lain yang lebih baik dari ijtihadku maka ikutilah ijtihad tersebut “.

Diantara karya karya Imam Syafi’i yaitu Al Risalah, Al Umm yang mencakup isi beberapa kitabnya, selain itu juga buku Al Musnadberisi tentang hadis hadis rasulullahyang dihimpun dalam kitab Umm serta ikhtilaf Al hadis.

Biografi Imam Lain yang terkait :

  1. Biografi Imam Bukhari
  2. Biografi Imam Malik
  3. Biografi Imam Hanafi